Pelatihan satpam sangat bermanfaat untuk memantapkan dan mengajarkan disiplin bagi calon satpam. Pelatihan satpam mendidik bagaimana cara untuk menjinakkan bahan-bahan peledak dan penanganan kebakaran. Pelatihan ini ditujukan untuk mengatasi segala hal terburuk yang mungkin bisa terjadi di sekitar rumah atau kantor yang nantinya akan dijaga. Seorang calon satpam juga akan dilatih sampai mahir mengoperasikan alat keamanan dan mengantisipasi hal-hal yang berbahaya. Ada beberapa hal yang dilakukan untuk melatih para calon satpam tersebut, yaitu kualitas, kuantitas, waktu, dan pembiayaan. Semua jenis pelatihan ini akan bermanfaat meningkatkan kinerja para calon satpam sebelum mereka dilempar ke dunia kerja. Mereka semua dibekali metode pengamanan sesuai dengan prosedur yang berkembang dewasa ini.

Konsep pertama yang diusung oleh trainer adalah kualitas. Kualitas ini terbagi dalam beberapa dimensi untuk memenuhi standar perusahaan-perusahaan modern. Demi terwujudnya beberapa kualifikasi, beberapa perusahaan juga mengadakan beberapa pendidikan, pelatihan dan workshop untuk para karyawannya. Biasanya perusahaan tersebut mempunyai dan menentukan standar mereka sendiri. Mereka mengharapkan ada peningkatan kinerja para karyawannya, termasuk para satpam. Pendidikan keahlian dasar dan keahlian khusus merupakan dua pelatihan yang sering digunakan sebagai pelatihan wajib. Pelatihan ini biasanya bekerja sama dengan satuan kepolisian wilayah setempat atau perusahaan jasa pengamanan yang telah memiliki izin dari kepolisian.

Pelatihan satpam yang kedua adalah tentang kuantitas. Peningkatan kuantitas biasanya digunakan oleh perusahaan berskala besar yang berorientasi pada produksi. Karena perusahaan ini biasanya mengutamakn jumlah sumber dayanya, termasuk sumber daya produksi dan sumber daya manusia. Kedua sumber daya ini jika digabungkan akan menghasilkan produksi yang melimpah dan dapat mendatangkan profit yang menguntungkan. Secara logika, para pemilik perusahaan mampu mengeluarkan investasi senilai sekian dan mereka mengharapkan hasil yang seimbang atau bahkan yang lebih banyak dari investasi yang mereka keluarkan.

Pelatihan ketiga adalah tentang waktu. Efektifitas waktu akan mampu dicapai jika tesedia sumber daya manusia yang memenuhi standar. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan para satpam akan lebih memanfaatkan waktu yang tersedia. Misalnya, jika sebelum adanya pelatihan, seorang satpam mampu menghasilkan 7 pekerjaan, maka setelah mengikuti pelatihan, diharapkan mampu menghasilkan 10 pekerjaan sehingga pihak perusahaan juga meraup keuntungan lebih banyak.

Pelatihan satpam yang ke empat adalah pembiayaan. Dalam meningkatkan kinerja karyawannya, sebuah perusahaan akan memberikan tingkat gaji. Kenaikan gaji ini masih berhubungan dengan pemanfaatan waktu. Jika seorang karyawan yang telah mengikuti pelatihan akan mampu mengerjakan tugas lebih banyak walaupun perusahaan akan membayar lebih banyak pula. Biasanya, tujuan di atas hanyalah tujuan teoritis, untuk tujuan praktisnya biasanya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perusahaan. Sama halnya dengan kerjasama yang dilakukan bersama satuan Kepolisian. Biasanya Kepolisian Daerah setempat juga menawarkan pelatihan ini kepada perusahaan-perusahaan terkait demi terciptanya keamanan di daerah tersebut.

Materi yang diberikan biasanya berdasarkan pada Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 yang mengatur tentang lalulintas, etika sopan santun dalam berlalu lintas, dan angkutan jalan, Undang-Undang No. 2 Tahun 2002 yang berisi tentang Kepolisian Negara Kesatuan Republik Indonesia, 12 hal tentang pengaturan lalu lintas, diskusi, TPT-KP dan pengamanan gedungdan perkantoran. Biasanya pelatihan-pelatihan ini berupa diskusi, metode tutorial, praktek dan tanya jawab. Kepolisian Daerah setempat akan menunjuk satu perkantoran setiap bulan untuk mengikuti pelatihan ini sehingga semua satpam mempunyai standar yang sama.